muslim mexico

pemeluk islam di meksiko

Jumlah orang Islam di Meksiko terus meningkat dengan tajam. Orang-orang Meksiko berbondong-bondong pindah kepada agama Islam. Ini menjadi fenomena unik, di mana negeri ini, sebagian besar pemeluknya beragama Katolik.

Kaum Muslim dan Yahudi datang ke Meksiko pada awal masa kolonial sebagai “orang Katolik palsu”. Kira-kira setengah Muslim di Meksiko saat ini adalah para mualaf. Melalui pengenalan agama Islam dari para da’i, dan pencarian yang tekun diantara mereka, kemudian mereka menjatuhkan pilihan memeluk agama Islam.

Meksiko dengan latar belakang berbagai kekerasan yang sangat luas, dan sekarang sedang berlangsung perang antar geng di Tijuana, sebuah kota di perbatasan Meksiko-Amerika Serikat, sekarang orang-orang memilih pindah ke Islam. Banyak korban yang tewas akibat perang antar geng narkoba.

Kondisi yang penuh dengan kekerasan yang terus berlangsung di Meksiko itu, membuat para penduduk di wilayah-wilayah perbatasan, mereka memikirkan masa depan mereka dengan memilih Islam.

Statistik yang dikumpulkan oleh Pew Forum tentang Agama dan Kehidupan Publik menunjukkan bahwa ada sekitar 110.000 Muslim di Meksiko pada tahun 2009.

Jumlah masjid  meningkat menjadi dua kali lipat dengan kenaikan jumlah penduduk Muslim. Masjid-masjid  yang baru dibangun dengan arsitektur yang indah, dan bernuansa Timur Tengah, dan masjid telah digunakan bukan hanya sebagai tempat ibadah, tetapi digunakan berbagai kegiatan, seperti pernikahan, pendidikan, dan kegiatan sosial

Sebuah masjid baru yang berusia dua tahun, menampung 200 jamaah, dan terus meningkat akan menjadi 500 jamaah. Jamaah masjid yang baru dibangun itu anggotanya dari beberapa negara, seperti India, Costa Rica, negara-negara Karibia, dan Meksiko dan Amerika Serikat.

Dalam sebuah wawancara dengan University of KPBS, sebuah stasiun siaran publik San Diego, yang bersumber seorang jamaah masjid, yaitu  Amirr Carr menyatakan, “Islam telah mengubah hidup saya, saya mantan anggota geng jalanan. Saya adalah seorang kurir obat terlarang (bius), dan suatu hari saya tertembak dengan pistol dan hidup di kursi roda. Aku duduk dan mendengarkan untuk pertama kalinya dalam hidup saya, dan mendengarkan tentang ajaran Islam dan al-Qur’an, kemudian benar-benar mengubah hidup saya”, ujar Amir Carr.

Amir Carr  lahir di California,  dideportasi setelah dibebaskan dari penjara dengan istrinya Naema, seorang wanita warga negara Meksiko. Amir Carr  mengatakan bahwa 5 tahun yang lalu “Kami dideportasi begitu cepat, bahkan tidak satu jam”, tambahnya.

Juga Samuel Cortes, seorang anggota geng berasal dari Amerika  Latin, yang pernah hidup Los Angeles,  kemudian Cortes di deportasi dari Amerika Serikat ke Meksiko. Cortes hidupnya telah berubah drastis dari seorang pembunuh jalanan, dan kemudian masuk Islam, dan sekarang menjadi  orang taat beribadah, dan menjadi aktivis Islam di Meksiko. Meskipun, hampir semua keluarganya masih berada di Los Angeles.

Cortes dan Carr, diantara 2000 orang pemeluk Islam yang baru. Sementara itu, menurut Dewan Hubungan Islam-Amerika pada tahun 2011, di mana Muslim di negeri itu, jumlahnya sudah 6 persen dari penduduk Amerika Latin, sedangkan di Amerika Serikat jumlah populasi Muslim  mencapai 12 persen dari total penduduk Amerika Serikat.

Cortes  menjelaskan  jika dia terus berada dalam geng, kami akan menjadi  pembunuh atau dibunuh. Cortes menegaskan pengalaman hidupnya dengan masuk Islam telah mengubah seluruh hidupnya.  Cortes selama tinggal di Amerika Serikat telah melakukan berbagai kejahatan, termasuk melakukan pembunuhan, dan kemudian di deportasi ke Meksiko.

Sejarah Muslim di Meksiko :

Zidane Zeraoui, seorang profesor hubungan internasional di Universitas Teknologi Monterrey yang diwawancarai untuk artikel Inside Islam, menjelaskan bahwa sejarah Islam di Meksiko sudah ada sejak sebelum kemerdekaan. Muslim benar-benar datang ke Meksiko di awal periode kolonial sebagai Marranos, atau ‘Kristen Palsu,’ yang melakukan perjalanan ke Amerika Latin sebagai pengikut Katolik (terpaksa). Mereka secara resmi Katolik, namun masih dipraktekkan agama mereka dalam kehidupan pribadi mereka.

Zeraoui mengungkapkan bahwa ada banyak indikasi migrasi Yahudi dan Muslim awal di Meksiko, seperti di gedung-gedung yang mengungkapkan gaya arsitektur yang disebut “Mudéjar,” istilah yang merujuk pada Muslim yang hidup di bawah kekuasaan Kristen di Spanyol.

Zeraoui kepada pewawancara bahwa Monterrey, kota kediamannya, didirikan oleh Marranos, dan bahwa pengaruh Yahudi dan Muslim tetap kuat di kota itu, sebagaimana dibuktikan oleh preferensi penduduk yang lebih menyukai daging kambing, dibanding dengan daging babi. Mereka bahkan memiliki jenis daging yang mereka sebut “Sarassan daging,” Sarassan menjadi istilah yang merujuk pada Muslim.

Muslim di Meksiko umumnya berpusat  di empat kota: Tequesquitengo di Morelos, Torreon di Coahuila, San Cristobal de las Casas di Chiapas, dan Mexico City. Di Chiapas, Meksiko, bagian-bagian dari penduduk asli, seperti Maya dan Tzotzils, mereka sekarang  telah memeluk Islam. af/hh (VOA-Islam)